Senyawa kompleks, jika teringat senyawa itu pasti orang yang pernah membaca buku kimia akan teringat dengan aneka warna yang sangat menarik dan mungkin bagi orang yang awam kimia pasti komentarnya "ajaib" soalnya kok bisa sih larutan warna hijau dicampur dengan larutan bening bisa berubah warna jadi biru?Nah ini pengalaman menarik waktu saya memulai penelitian awal dari tesis saya tentang sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks Ni-EDTA, ini baru sebagian kecil dari banyak kecapekan yang telah saya lalui....
Ternyata hoby memasak dan skill memasak di dapur sangat bermanfaat saat kita melakukan sintesis di laboratorium..mind set saya saat di LAb adalah saya hendak memasak sayur lodeh favorit suami saya, jadi saya bisa menikmati setiap detil langkah dalam sintesis.
Inilah hasil penelitian saya yang merupakan bab awal dari pembahasan dalam tesis saya..selamat menikmati...
SINTESIS Ni-EDTA
Gambar 4.1. Panjang Gelombang Maksimum Senyawa [Ni(H2O)6]2+ dan Senyawa Kompleks Ni-EDTA
Berdasarkan teori warna (Underwood, 2002), suatu senyawa yang berwarna akan menyerap energi pada panjang gelombang warna komplementer senyawanya. Secara visual, larutan senyawa kompleks berwarna biru, hal ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut menyerap energi pada panjang gelombang warna komplementer biru yaitu warna kuning (580–595 nm).
Pada gambar diatas, jika ditarik suatu garis singgung dari sumbu X maka akan terdapat pertemuan antara dua garis singgung pada suatu titik yang menunjukkan fraksi mol EDTA sebesar 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan fraksi mol antara Ni2+ dan EDTA adalah sebesar 1 : 1 sehingga rumus senyawa kompleks yang terbentuk adalah [Ni(EDTA)]2- (Bhat, dkk., 1965). Menurut Effendy (2007), EDTA merupakan ligan heksadentat yang dapat menyumbangkan enam pasang elektron bebas kepada ion logam sebagai atom pusat. Jika ion Ni2+ dengan konfigurasi elektron valensi 3d84s0 berinteraksi dengan ligan EDTA maka akan menghasilkan hibridisasi sp3d2. Oleh karena itu nikel (II) sebagai atom pusat akan mengikat satu molekul EDTA melalui ikatan koordinasi antara dua gugus amino dan empat gugus karboksilat terhadap atom pusat sehingga membentuk struktur senyawa kompleks oktahedral sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Ogura, dkk (1976).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar